Minggu, 30 Oktober 2016

Tutorial Gacape Diskless V.6



Hmmm...
Banyak yang bingung dengan mode diskless ini dikarenakan minimnya tutor untuk para Owner Warnet dalam penginstallan manualnya (T_T) ditambah minimnya para teknisi di dalam kubu Gacape itu sendiri.
Well,
Saya bagikan tutor ini sebagai wujud rasa terima kasih kepada semua orang yg turut serta memberikan ilmu + pengalamannya...






Step By Step :



Minimum dan Rekomendasi Hardware Diskless Linux Diskless (Linux) Minimum Recomended Dual Core G3220 Core i3 Memori 4 gb 1 SSD 120 gb 3 HDD (Sata II) 2 HDD (Sata II) Memori 8 gb




Tools yg perlu dipersiapkan

- Gacape Diskless Installer (Diskless Wizard)

- Gacape Server dan Client Installer

- Image Client = OS PC Client (download dari web Gacape atau hasil backup)

- Image KVM = OS Gacape server dalam Linux (download dari web Gacape atau hasil backup)

- 1 buah Ext Lancard jika menggunakan KVM 



INSTAL LINUX DISKLES VERSI 6 TANPA KVM

(Menggunakan PC Operator untuk Gacape Servernya)

1. Install Gacape Diskless Installer




















2. Jalankan DisklessWizard

3. Klik Install



4. Akan Muncul Gambar seperti Ini Klik Next



5. Setelah Muncul Gambar seperti ini instalasi diStop dahulu dan setting Pc Server Booting via Lan



Dan tunggu sampai program Diskles wizard mendeteksi komponen dan hadware sampai selesai



Setelah selesai akan muncul gambar seperti ini lalu next



Isi kan password root sesuai keinginan lalu next



Isi kan Ip Address sesuai jaringan warnet masing-masing Lalu Next



Abaikan Gambar ini bila menggunakan 1 Lan card lalu klik Next



Konfigurasi HDD mana yang akan dijadikan Linux Os (Image Disk), Write Back , dan Data Disk (Game Disk) setelah terkonfigurasi lalu Next







Konfigurasi client sesuaikan dengan jaringan warnet masing-masing bagi yang sudah menggunakan diversi sebelumnya mungkin menu ini sudah tidak asing lagi  hanya yang membedakannya disini ada pilihan :

- Boot Image Add : Add Image yang sudah ada /image yang sudah dibackup

- Config Latter : Pilih uncek bila sudah mempunyai image dan ceklist bila blum

mempunyai image (Upload Image via pc Client )



Contoh Add Image Yang sudah Ada setelah itu beri nama image sesuai keinginan lalu klik Ok dan Instaling



Tunggu hingga proses Installing Selesai



Instaling Selesai PC server Diskles Automatis restar lalu setting lagi pc server linux booting via hardisk




Tampilan Linux Server yang sudah berjalan dan tampilan loginnya :









Setelah selesai instalasi linux server lanjut ke settingan gacape server, masukan Ip yang menuju ke Ip server linux beserta password yang sudah dibuat lalu klik Ok





Maka akan muncul tampilan seperti ini pastikan eth0 di ceklist setelah itu Next



Pilih HDD Data Disk untuk menjadi Game Disk Nanti nya



Pilih Image Disk yang sudah dibuat tadi lalu next














setelah semua terkonfigurasi dengan benar klik complete



Lalu konfigurasi Data Disk agar mapping ke pc server gacape

Disk Management HDD yang dijadikan Data Disk klik kanan  Function  Data Disk







Pilih Map Drive sesuai keinginan lalau cek list Map to Server When Starup lalu klik OK






Setelah selesai Klik Star VDisk Service lalu restar PC server Gacape









Setelah restart automatis akan muncul Drive yang sudah dibuat tadi







Lalu konfigurasi Map Drive untuk Image, penamaan drive bisa disesuaikan dengan keinginan masing-masing setelah selesai SAVE












Contoh gambar client Diskless



Cukup Sekian Tutor Lengkap Gacape Diskless V.6 Linux.
Mohon maaf klo ada kekurangannya.
Untuk Kritik dan Saran silahkan berkomentar di bagian kolom komentar.
Semoga Bermanfaat.
Regards,
CERIA_NET_SIBOLGA
read more

Tutorial Diskless Cyberindo




Akhirnya,
Setelah cek n reCheck di semua bagian "BUG".
Versi 1.2
lebih stabil dibanding dengan Versi 1.3 . .
So,kali ini saya akan mengulas Tutorial Cyberindo versi 1.2 Diskless...

Step By Step :

DISKLESS TUTORIAL

1. Persiapan PC Server

Pada PC Server, pastikan bahwa Updater atau GCafe Console sudah berjalan dengan
baik (dari Setting IP, Update Game, Download Game, Lokasi Download, dll). Pada

“Pengaturan Dasar” ubah Server Mode menjadi Diskless.
Jangan lupa untuk menambahkan drive software lewat menu “Sync Console”.

Game Disk Server merupakan IP Address dari server diskless yang dipakai.Game Disk
Server Drive adalah drive dimana file game dan lainnya yang berasal dari GCafe Updater
berlokasi. Client Map Drive adalah huruf dari drive yang akan tampil di diskless Client

2. Installasi Diskless Server

Pada PC Server, instal Server diskless

Setelah selesai instalasi, pada tab menu “General” ubah masing-masing lokasi “Writeback
paths” dan “System image upload folder” ke drive kosong (disarankan untuk menggunakan
dua drive yang berbeda).
Pada tab menu “DHCP”, periksa kembali koneksi dan beri centang pada “Enable DHCP
TFTP”.
3. Persiapan PC Client

Siapkan PC Client Diskless dengan OS yang masih fresh dan instal driver network untuk
meng-upload image PC Client. (Usahakan PC Client memiliki prosesor berbasis AMD
untuk memastikan bahwa instalasi berjalan dengan lancar)
Masukkan file-file instalasi dasar (driver, gcafe client, dll) ke dalam desktop tanpa
melakukan installasi pada file-file tersebut dan install Client diskless saja terlebih
dahulu.
Periksa kembali file-file instalasi dasar (driver, gcafe client, dll) yang ada di desktop dan
upload image OS-nya dengan shortcut “uploadtool.exe” di desktop. “Upload IP” merupakan
IP address dari diskless Server.
4. Pengaturan Server Diskless

Pada PC Server, buka Diskless Console dan pilih menu “Image Manager” dan periksa
apakah image OSclient yang sudah dibuat sebelumnya sudah ada di dalam list.
Tambahkan Game Disk yang sudah disiapkan sebelumnya pada Gcafe Console apabila
belum muncul.
Catatan: Jangan lupa untuk memasukkan directory game disk yang sesuai dengan Sync
Console pada GCafe Updater.
5. Pengaturan PC Client Diskless

Pilih menu “Batch Add” dan tambahkan jumlah PC sesuai keinginan
  • 1. Prefix : Nama Depan untuk PC Client.
  • 2. Range : Jarak / Jumlah PC Client (Menjadi Nomor Urut juga).
  • 3. Digits : Jumlah Digit untuk PC Client.
  • 4. Postfix : Nama Belakang untuk PC Client (Setelah nomor urut PC ).
  • 5. Start IP : IP Address awal untuk PC Client.
  • 6. System Image : Image Sistem Operasi yang akan digunakan untuk PC Client.

6. Super User

Super User adalah suatu opsi yang digunakan dari Server diskless untuk melakukan
perubahan terhadap system image client yang ingin digunakan. Jadi apabila kita ingin
menambahkan beberapa software pada system image yang sudah digunakan, system
image tersebut dapat menyimpan perubahan yang telah dilakukan, tanpa perlu menghapus
perubahan yang sudah dilakukan.
Klik kanan di salah satu PC yang muncul di console, pilih “Edit User”, lalu hilangkan
tanda centang pada “None”, pilih image OS dan Game Disk yang sudah dibuat
sebelumnya.
Lanjut ke PC Client yang sudah dipersiapkan untuk boot melalui diskless dan register ke
salah satu nama PC serta periksa apakah game disk sudah muncul di dalam PC Client.
Kembali ke PC Server dan klik kanan pada PC di list yang sudah aktif. Pilih “Super User”
untuk melakukan perubahan pada image yang sedang digunakan, dan restart PC Client
tersebut.
Pada PC Client yang aktif melalui boot diskless, instal Gcafe Client beserta file-file yang
sudah disiapkan sebelumnya di desktop dan shutdown PC Client apabila sudah selesai
Kembali ke PC Server dan matikan “Super User”. Simpan image OS tersebut dan tambahkan
restore point sehingga dapat kembali ke awal.
Ubah semua PC Client sehingga semuanya menggunakan image OS yang baru disimpan
tersebut.
7. Import System Image

Apabila sebelumnya Anda sudah memiliki system image dan ingin melewati proses
upload image dari client yang cukup panjang, anda dapat langsung mengimport
system image. Dari menu Image Manager, pilih “Import Disk”.
Pilih system image yang sudah ada.
Catatan : Apabila system image anda sudah memiliki restore point seperti gambar sebelumnya,
PILIH IMAGE DASAR SAJA, karena Diskless Server akan otomatis menambahkan
restore points yang ada.
Apabila Anda sudah mengimport system image, maka list Image Managent akan
menampilkan image dasar di list.
8. Memilih System Image untuk setiap Client

Apabila Anda memiliki lebih dari satu system image dan ingin menggunakan system
image yang berbeda untuk masing-masing client, Anda dapat menentukan system
imagenya.
Pada menu diskless server, klik kanan pada Client yang ingin diubah dan pilih “Edit
User”.
Di tampilan selanjutnya, Anda dapat menentukan system image yang ingin digunakan,
dengan cara mencentang salah satu system image. Selain system image, Anda juga dapat
memilih game disk yang ingin digunakan untuk Client tersebut.
9. Pengaturan Cache

Diskless CyberIndo juga menyediakan pengaturan cache agar dapat meningkatkan
kinerja Client dan Server. Cache banyak digunakan untuk mempercepat proses persiapan
saat booting pada disk drive, yang biasanya langsung dilakukan oleh disk drive
tersebut.
Pada diskless CyberIndo, Saya menyediakan 2 pilihan Cache yaitu lewat RAM atau
lewat SSD. Kedua pilihan ini menyediakan temporary storage dan memiliki kecepatan
menulis-membaca (Read & Write) disk drive yang jauh lebih cepat daripada kecepatan
dasar pada masing-masing disk drive.
Pada menu diskless Server, pilih menu “Cache Settings” seperti pada gambar 1.
Seperti yang sudah diperlihatkan pada gambar diatas, masing-masing disk drive pada
PC Server sudah ada fungsinya masing-masing. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan
kinerja masing-masing disk drive.
Pilih pada salah satu disk drive seperti nomor 2 seperti gambar di atas, lalu lanjut ke
tampilan nomor 3. Centang “Enable” dan isi jumlah cache pada “RAM Cache Size” dan
“SSD Cache Size” apabila PC server memiliki SSD untuk caching. Apabila sudah selesai,
klik “Apply”.
Gambar selanjutnya memperlihatkan alokasi pada PC Server kami. Kami menyarankan
untuk memberi 40-50% dari RAM yang tersedia untuk drive yang berisi File Updater,
30-40% dari RAM yang tersedia untuk drive yang berisi Writeback dan 10-20% dari RAM
yang tersedia untuk drive yang berisi system image.
Catatan: Pengalokasian di atas hanya sebagai contoh, Anda dapat mengubahnya sesuai
dengan kemampuan RAM PC Server Anda.
Anda juga dapat menggunakan table di bawah ini sebagai referensi pengalokasian RAM
untuk caching.
10. PnP Tools

PnP Tools adalah software untuk menginstal driver network card ke dalam system image.
Software ini disediakan untuk mengatasi gagal boot yang biasanya dikarenakan
adanya driver network card yang dibutuhkan akan tapi tidak terinstal sebelumnya
pada system image yang hendak digunakan.
Berikut adalah tampilan aplikasi PnP Tools pada PC Client.
1. List Driver : berisi list driver network yang ada pada folder “C:\CyberIndo\ Diskless
2. Install : memasukkan driver network ke dalam windows.
3. Import : memasukkan driver network yang diinginkan ke dalam list (.zip)
4. Export : menyimpan driver network yang dipilih dalam bentuk file (.zip)
Siapkan PC Client yang memiliki driver network yang ingin ditambahkan pada system
image nantinya. Buka PnP Tools pada PC tersebut dan pilih driver network yang sudah
diinstal pada PC tersebut lalu “Export” driver tersebut.
Simpan file .zip yang anda export.
Kembali ke PC Server buka direktori folder diskless server dan buka file “pnptool_server.
exe”. Sebagai contoh lokasi pnptool_server nya ada di “C:\CyberIndo\DisklessServer\
pnptool_server.exe”.
Pilih “Load Image” dan masukkan system image yang ingin dimasukkan driver network
tambahannya. Pastikan system image dasar yang ingin ditambahkan berasal dari PC
berbasis AMD dan memiliki driver network card yang tidak terlalu baru.
Selanjutnya, pilih menu “Import” dan masukkan driver network yang ingin ditambahkan.
Setelah driver network muncul seperti gambar di atas, centang driver yang diinginkan
dan pilih “Install to Image” untuk memasukkan driver tersebut.
Sekian Tutor Yang Saya Buat Ini.
Semoga Bermanfaat.
Jikalau ada kesalahan,mohon dimaafkan.
Kalau Anda bersikeras untuk memakai Versi 1.3 (Resiko Tanggung Sendiri) :D
Regards,
CERIA_NET_SIBOLGA









read more

Minggu, 25 September 2016


Bisnis Warnet Kerap Dipandang Negatif

menanggapi stigma negatif masyarakat terhadap warnet, saya hanya ingin sekedar mengutarakan pengalaman saya selama menjalankan usaha warnet ini.
-Fasilitas Umum-
Warnet saya tidak hanya sebagai tempat bermain, bisa digunakan untuk mencari 'informasi' lainnya misal bahan tugas sekolah dan kuliah. kebanyakan warnet game tidak menyediakan fasilitas printer bahkan ada yg tidak bisa buka browsing apalagi tancap flashdisk. Ini yg menyebabkan orangtua taunya anak ke warnet buat cuma main game saja. Di warnet saya sendiri justru sering ada orangtua yg ikut membantu anaknya mencari bahan tugas sekolah, atau sekedar menemaninya saja. Dan ada juga yg datang ke warnet cuma buat nge-print.
-Judi dan Pornografi-
saya sebisa mungkin memblok kedua hal ini agar tidak mudah diakses. saya sendiri mengakui mustahil untuk bisa terkunci 100%, disamping keterbatasan ilmu saya dan juga pasti "banyak jalan menuju Roma". Namun hal ini sudah cukup bagi 'bokepers' dan 'gamblers' jadi malas buat maen di warnet saya, sampai2 ada yg bilang warnet saya payah karena gak bisa mengakses situs2 tsb.
-Posisi Client-
Ini masalah selera saja. Namun ternyata non-gamer memang kurang suka dengan posisi komputer yg membelakangi dinding, terutama oleh cewek2 dan bapak2 karena umumnya mereka hanya ingin sekedar browsing dan membutuhkan sedikit privasi. user cewek kadang datang bersama temannya sehingga butuh ruang 'ekstra', sedangkan user dewasa beranggapan tempat game hanyalah buat anak kecil. memang penggunaan sekat/bilik menjadi dilema karena berpotensi tempat mesum. oleh karena itu dapat disiasati dengan disain sekat yg lebih terbuka, dan operator perlu sesekali 'patroli' (op kalo kelamaan duduk juga gak baik loh..)
-Jam Malam-
2 tahun pertama warnet sempat buka sampai jam 4 subuh. Namun akhirnya warnet saya didatangi Satpol PP hingga 2 kali bawa wartawan segala. muka op saya disorot kamera namun untunglah gak sampai muncul di media massa (kalo warnet tetangga iya masuk koran). sejak itu saya membatasi warnet buka maksimal sampai jam 12 malam saja, bahkan kalau bisa tutup lebih awal. saya juga merasa lewat tengah malam adalah bukan waktu yg 'sehat', dalam artian lingkungan menjadi lebih rawan dan kurang kondusif, juga angin malam memang kurang baik untuk tubuh.
-Variasi Usaha-
Ada banyak peluang usaha yg bisa diciptakan di satu tempat yg masih berhubungan dengan warnet. misalkan jual minuman dan makanan ringan, cafe hotspot dan nobar, layanan PPOB, voucher pulsa dan token listrik, ATK dan fotokopi, rental dan servis komputer, bahkan hingga jasa kurir ekspres. intinya kita bisa membuat semacam "One-stop Solution" agar bisa mencakup semua kalangan. sayang rasanya jika punya tempat usaha namun hanya diperuntukkan sebagai warnet saja.
read more

Jumat, 13 Maret 2015

Jam Bosan Jaga Warnet

Jam saat ini (21:08 WIB) adalah jam yang paling membosankan jaga warnet. Setelah seharian buka dari jam ~10 pagi dan jadwal tutup adalah jam 22:00 tepat tentu sangat melelahkan mengingat saya tidak mengupah operator untuk menjaga. Sanggupkah anda bekerja selama 12 jam sehari?
Kalo pegawai kantoran biasanya jam kerjanya sekitar 8 jam per hari. Masuk jam 8 dan pulang jam 4 atau 5. Artinya malam hari udah bisa digunakan saat bersantai, istirahat. Sedangkan saya jam segini masih menunggu 1 jam lagi untuk bisa pulang.
Oleh karenanya biasanya jam segini giliran bini yang standby di depan PC Billing. Sedangkan saya lebih memilih duduk-duduk diluar. Sudah penat dengar suara-suara teriakan user.
Apakah anda berniat membuka warnet?

read more

Warnet Tangani Sendiri vs Gaji Operator

Menjelang Lebaran tiba.. Hanya itu yang ada di kepala saya saat ini. Libur, libur, libur. Sementara kekurangan warnet saya yang tidak memiliki operator lain selain saya sendiri dan bini, mengharuskan warnet untuk tutup total seandainya kami berdua tidak bisa standby. Persis seperti tahun lalu  dan harus pulang ke kampung bini untuk bersilaturahmi.

  mengharuskan warnet ini tutup untuk beberapa waktu yang tak bisa dibilang sebentar. Minimal 5 Hari  penghasilan akan menghilang karena tidak adanya Operator yang bisa jagain sementara. Apa boleh buat, memang sudah begini adanya. Saya kurang percaya untuk menggaji orang lagi menjaga warnet. Mungkin di lain waktu kalau saya sudah semakin sibuk =)
read more

Windows 7 Untuk Warnet. Siapa Gak Takut?

Windows 7 System Untuk Warnet
Saya masih sering dengar ketakutan pemilik Warnet akan sistem operasi Windows 7 untuk digunakan di komputer client yang disewakan. Alasannya macam-macam. Takut game online tak berjalan, takut crash dengan penggunaan billing, takut user tak mengerti antarmuka Windows 7, takut lambat, dan takut-takut lainnya.
Yang benar saja, ini sudah tahun 2014, teman-teman. Yang saya sangsikan adalah kebanyakan komputer yang "penakut" ini cuma punya RAM 1GB. Atau jangan-jangan masih 512MB?
Windows 7 mensyaratkan RAM minimal sebesar 1GB dan yang disarankan sebesar 2GB. Kalau komputer anda masih ber-memori 1GB kebawah, ya apa boleh buat. Tak ada jalan lain bagi anda =) Bahkan Linux Ubuntu akan terasa berat di RAM 1GB.
Sudah satu tahun lamanya Warnet saya bermigrasi dari Windows XP ke Windows 7. Dulunya ini disebabkan banyaknya game offline yang tak lagi mendukung Windows XP. Dan baru saja saya menemukan dua game offline yang juga tidak bisa di-install pada Windows XP: FIFA 14 dan F1 2013. Mungkin kalau Warnet anda tak menyediakan game offline terbaru ini tidak akan jadi masalah dan aman untuk dilupakan.
Selama ini yang saya rasakan lancar-lancar saja. Satu-satunya masalah kompatibilitas yang saya temukan adalah saat mencoba instalasi GACAPE Server yang lebih memilih Windows XP, sementara Windows jadul ini akan segera habis masa supportnya. Perusahaan jadul?
Sebagai rekap bagi saya menggunakan Windows 7 itu kelebihannya antara lain:
  1. Aman dari keterbatasan support game-game terbaru
  2. Tidak berat jika RAM 2GB. Tapi tetap disarankan menonaktifkan fitur AERO karena sering bermasalah saat melakukan remote
  3. Masih disupport secara resmi oleh Microsoft. Update security masih akan terus diberikan

Sedangkan kekurangannya antara lain:
  1. Tidak support software GACAPE yang sudah men"cape"kan saya sebelumnya
  2. RAM 1GB sebaiknya tidak usah digunakan untuk keperluan Warnet. User akan mengeluh

Catatan lain yang mungkin bisa bermanfaat untuk anda semua:
  1. Cafesuite tidak ada masalah dengan Windows 7
  2. Matikan fitur auto-update Windows
  3. Matikan fitur AERO jika penggunaan untuk Warnet. Memang tampilan serasa classic tapi ini untuk kecepatan ekstra bagi pelanggan
  4. Gunakan software asli (saran aja, saya sendiri cuma di Billing sebiji bawaan Windows 7 asli)
read more

Flash Back: Hari Pertama Buka Warnet

Seminggu sebelum warnet dibuka saya masih sibuk setting sana-sini. Berhubung semua saya kerjakan sendiri tentu memakan waktu yang cukup lama. Mulai dari tarik-menarik kabel jaringan, instalasi sistem operasi Windows, sampai instalasi billing berikut settingan tarif-tarifnya. Sampai akhirnya saya putuskan untuk membukanya di hari itu.

Saya sudah menduga sejak awal kalau lokasi ini tidak akan begitu ramai di pagi hari dan malam hari. Hari pertama buka, lantai masi mengkilap, kaca masih cling, peralatan pun masih "seadanya". Mousepad tidak tersedia, belum menjual makanan dan minuman ringan. Ternyata benar, pagi hari hanya ada 1 orang saja yang bermain menggunakan komputer. Itupun bisa dipastikan karena merupakan teman dari Operator. Hanya satu orang sampai akhirnya SMP depan warnet pulang sekolah.

Begitu bel sekolah berbunyi, ternyata warnet saya langsung diserbu oleh mereka. Betapa hati ini tersentak melihat begitu antusiasnya anak-anak SMP ini untuk mencoba warnet baru. Sembilan komputer yang disediakan pun langsung penuh disewa. Begitu banyak penonton dan pengantri yang masuk sampai udara dalam ruangan menjadi sangat panas.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbxKoH0rYQ0Ieb9owk2EK2H1lCKMPgs7FXNtlA7CIYhBxBGMjM3FQfJwvxDuUBUnJiLLd_coB8aaI85R7j3rjnibOuLXkuSo6jKEK4hus6O8yq4A_f8PGJVGj4TbS3IoVq184iIrllHso/s1600/1_2013-11-27_12-38-40_large.jpg
Lelah berbulan-bulan merancang warnet inipun terbayarkan dengan banyaknya peminat warnet. Badan saya terasa sakit, pegal-pegal di hari pertama buka ini. Konon ada yang bilang itu sindrom hari pertama usaha kita dibuka. Bahkan badan saya terasa meriang saat itu. Setelah penggunaan beberapa jam, mulailah terlihat masalah-masalah kecil yang tidak terpikirkan dan ada juga yang beberapa memang belum dijalankan. Misalkan saja, settingan browser yang masih menawarkan penyimpanan password, history browser yang masih dalam keadaan hidup sehingga beberapa akun terbuka oleh beberapa penyewa komputer.

Melihat kejadian yang cukup mengganggu ini, hari itu juga saya putuskan untuk menutup warnet lebih cepat. Tepat pukul 18:00 WIB warnet sudah saya tutup untuk membenahi kesalahan-kesalahan yang saya dapatkan. Yang pasti catatan untuk hari pertama itu yang bisa saya ingat antara lain:

  1. Matikan fungsi cookies, history, pengingat password pada seluruh browser yang disediakan
  2. Untuk lebih memudahkan, lebih baik menggunakan program restore seperti DeepFreeze
  3. Antivirus sangat diperlukan
  4. Mousepad tentu sangat diperlukan
  5. Perlunya dibuat peraturan untuk membatasi jumlah "penonton"
Itupun masih beberapa trouble yang saya temukan di hari pertama. Dan kini setelah 3 tahun warnet ini sudah menjadi lebih dewasa. Lebih mengetahui seluk-beluk apa yang diperlukan dan apa yang tidak diperlukan dalam warnet. Game-game apa yang sebenarnya diinginkan oleh kebanyakan user. Kalau yang bisa saya ingat, beberapa perubahan yang sudah saya lakukan di warnet ini setelah 3 tahun berjalan antara lain:
  1. Penambahan komputer dari 9 unit menjadi 14 unit yang bisa disewakan
  2. Penggunaan Windows 7 sebagai sistem operasi utama yang sebelumnya Windows XP
  3. Pengadaan File Server sebagai tempat penyimpanan lagu-lagu, film-film baru kulitas HD, dan tempat penyimpanan sementara bagi user. Selain itu juga sebagai tempat penyimpanan file-file mentah untuk instalasi komputer seperti Windows 7, dan program-program pendukung seperti Microsoft Office
  4. Pengadaan Proxy Server untuk membantu kegiatan patching game-game online
  5. Pemblokiran situs-situs porno yang sebenarnya tidak pernah saya inginkan karena apa yang dibuka pelanggan adalah hak pelanggan. Tapi melihat banyaknya razia aneh di koran-koran lebih baik saya blokir dan beri pengumuman di depan warnet: WARNET INI TIDAK MENYEDIAKAN KONTEN PORNOGRAFI agar para orangtua merasa lebih nyaman memberikan izin pada anak-anak mereka untuk bermain di warnet saya
  6. Penjualan sampingan: makanan & minuman ringan, Voucher Cash game-game online, Pulsa GSM & CDMA
  7. Penyediaan Jasa Download khusus untuk file berukuran besar (hitungan Gigabyte)
  8. Penyediaan jasa instalasi sistem operasi
Dan masih banyak juga beberapa perubahan kecil lainnya. Dulunya saya sangat idealis dalam mengerjakan sesuatu. Tapi semua akan terbentuk seiring waktu. Seperti misalnya penyediaan bangku penonton yang sebenarnya sangat tidak dibutuhkan, penyediaan asbak rokok yang tadinya juga DILARANG MEROKOK, dan keputusan 6 hari operasional dalam 1 minggu. Ya, saya ambil hari Minggu sebagai hari libur karena saya jaga sendiri. Tidak mungkin saya bisa seperti robot yang bekerja sepanjang hari =)

read more

“